Kita gak akan pernah tahu sapa diri kita kalau kita tidak dapat berkomunikasi dengan alam sekitar kita, dan yang lebih penting lagi ketika kita tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan Tuhan. Mengeluh adalah tindakan yang paling pecundang terlebih lagi hanya bisa menyalahkan orang lain dan tidak pernah berani untuk merasa bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan. Tragis memang tinggal di negeri ini, dari kecil saja kita tidak di ajarkan untuk bertanggung jawab atas apa yang uda kita lakukan. Coba kita inget sama-sama waktu kita kecil dulu, ketika kita jatuh dan menangis orang yang lebih tua dari kita pasti akan menyalahkan benda yang ada di sekitar kita padahal itu sebenarnya adalah kesalahan kita sendiri dan mengapa orang yang lebih tua dari kita tidak mengatakan kalau itu memang kesalahan kita karena kita tidak hati-hati dalam melakukan sesuatu. Tidak sepenuhnya orang yang lebih tua itu bersalah karena mereka juga selalu ingin membuat kita senang dengan cara mereka.
Mari kita bersama-sama merenung apa yang sudah kita lakukan selama ini. Dari beberapa buku yang aku baca baik itu motivasi, agama, filsafat, komunikasi, pemasaran aku menemukan sebuah benang merah yang coba aku tarik sendiri dengan caraku dan tentunya yang pernah terjadi ke aku sendiri. “kita di tuntun untuk lebih bijaksana dalam menanggapi sesuatu, lebih bertanggung jawab dan menghargai orang lain”. Tidak mudah memang melakukan itu semua, butuh proses yang panjang untuk dalam pembelajaran itu. Masalahnya sekarang ini adalah apakah kita mau berusaha untuk belajar ke arah yang demikian itu? Hanya kita dan Tuhan yang tahu.
Kalau kita melihat kemajuan sekarang ini, baik itu teknologi, pola pikir dan pendidikan mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan itu atau kalau tidak kita sendiri yang akan tertinggal dengan perkembangan itu sendiri. Tentunya setelah kita memiliki bekal, kalau tidak apa yang akan kita lakukan akan sia-sia. Dalam Islam, di anjurkan untuk menggunakan ilmu ketika melakukan shalat dan menafsirkan Al Quran.
Banyak yang dapat kita lakukan di dunia ini selain mengeluh dan menyalahkan orang lain. Seminimal mungkin yang dapat kita lakukan adalah membuat diri kita selalu merasa senang dan tenang dalam keadaan apapun. Untuk melakukan itu pastinya kita membutuhkan sebuah proses komunikasi antara diri kita sendiri dengan Sang Pencipta yaitu Allah SWT.
Aku jadi teringat waktu masih sering diskusi dulu bareng temen-temen pulang shalat di sebuah warung yang jadi markas kita untuk diskusi tentang apa saja, mencoba memecahkan masalah yang ada tanpa pernah menyerah. Termasuk bagaimana kita mengenal dan bagaimana kita berkomunikasi dengan Allah.
Dalam diskusi itu kita selalu di pimpin oleh orang yang lebih berilmu dari kita. Beliau pernah menyampiakan, hidup ini seperti sebuah segitiga yang tiap sisinya itu adalah Manusia – Alam – Allah. Ketika kita bisa menyatukan ketiganya dengan tepat maka itu lah proses komunikasi dengan Tuhan yang ideal atau ada segitia lainnya yang isi tiap sisinya itu adalah Manusia – Allah – Manusia (Hablumminallah hablumminannas).
Tidak jarang kita selalu berkata bahwa jangan sampai kita di kendalikan oleh lingkungan, satu hal yang harus kita ketahui bahwa lingkungan itu adalah hasil ciptaan manusia dan kita yang harusnya mengendalikan lingkungan itu. Sayang sekali jika kita di kendalikan oleh orang lain karena pada hakikatnya setiap manusia di berikan kendali sendiri-sendiri atas apa yang dia miliki dan Allah lah yang memberikan kepercayaan itu kepada kita semua.
Selasa, 13 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
